Kamis, 07 November 2013

Kujang Senjata Tradisional Khas Jawa Barat

Nama Kujang berdasakan bentuk dan ukurannya;

1. Kujang Gagab bentuknya lebar dan harus di soren atau diikatkan di pingang.
2. Kujang Bangking, bentuknya ramping seperti yang kita kenal.
3. Kujang Pangarek, karena besarnya cara bawanya pun harus di pikul.
4. Kujang Pamangkas, bentuknya panjang hingga cara bawanya pun mesti di tenteng


Jenis-jenis kujang berdasarkan bentuk rupanya,

Karakteristik sebuah kujang memiliki sisi tajaman dan nama bagian, antara lain : papatuk/congo (ujung kujang yang menyerupai panah), eluk/silih (lekukan pada bagian punggung), tadah (lengkungan menonjol pada bagian perut) dan mata (lubang kecil yang ditutupi logam emas dan perak). Selain bentuk karakteristik bahan kujang sangat unik cenderung tipis, bahannya bersifat kering, berpori dan banyak mengandung unsur logam alam.
Dalam Pantun Bogor, kujang memiliki beragam fungsi dan bentuk. Berdasarkan fungsi, dan bentuk, kujang terbagi mnejadi beberapa jenis, dianytaranya :

  1.  Kujang Pusaka (lambang keagungan dan pelindungan keselamatan)
  2.  Kujang Pakarang (untuk berperang)
  3.  Kujang Pangarak (sebagai alat upacara)
  4.  Kujang Ciung (menyerupai burung ciung)
  5.  Kujang Jago (menyerupai bentuk ayam jantan)
  6.  Kujang Kuntul (menyerupai burung kuntul/bango) 
  7.  Kujang Bangkong (menyerupai katak)
  8.  Kujang Naga (menyerupai binatang mitologi naga
  9.  Kujang Badak (menyerupai badak)
  10.  Kujang Pekarangan, bentuknya agak lurus biasa digunakan untuk alat pertanian.


Disamping itu terdapat pula tipologi bilah kujang berbentuk wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.

Kujang berdasarkan mata atau lubang dan artinya;

1. Mandala Agung, bermata sembilan biasanya pemegangnya adlah Raja Brahmesta dan Pandita agung.
2. Mandala Sama, bermata delapan
3. Mandala Jati, bermata tujuh biasanya pemegangnya Prabu anom, mantri dangka dan pandita.
4. Mandala Suda, bermata enam
5. Mandala Seba, bermata lima, biasanya pemegangnya seorang bupati, geurang serat, geurang puun.
6. Mandala Rasa biasa disebut wesi kuning, bermata empat pemegangnya para putri menak keraton.
7. Mandala Karma, bermata tiga, pemegangnya para puun.
8. Mandala Permana. bermata dua.
9. Mandala Kasungka, bermata satu pemegangnya para guru tangtu agama.

Mata kujang melambangkan mandala atau dunia atau alam yang akan dilalui manusia, yaitu mandala kasungka, mandala permana, mandala karma, mandala rasa, mandala seba, mandala suda, mandala jati, mandala sama dan mandala agung.

Dilihat dari strukturnya kujang ada dua bagian,


- Jati diri kujang
- Jati Nagara Kujang

Berdasarkan lubang atau matanya kujang pun dapat diartikan;
lubang 1 disebut ngaherang
lubang 2 disebut lumenggang
lubang 3 disebut gumulung
lubang 4 disebut gumelar
lubang 5 disebut mangrupa
lubang 6 disebut usik
lubang 7 disebut malik
lubang 8 disebut ngajadi
lubang 9 disebut medal
lubang 10 atau kembali ke 0 disebut nunggal, suwung


Kujang merupakan senjata tradisional khas Jawa Barat (Sunda) melambangkan kekuatan dan keberanianuntuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata.Kujang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah "kujang" berasal dari katakudihyang (kudi dan Hyang. Kujang (juga) berasal dari kata Ujang, yang berarti manusia atau manusa. Manusia yang sakti sebagaimana Prabu Siliwangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar