Sabtu, 15 Februari 2014

Daftar Kode Pos, Desa / Kelurahan, Dan Kecamatan di Kab Tasikmalaya




Kabupaten Tasikmalaya adalah sebuah kabupaten yang terletak di wilayah provinsi jawa barat Indonesia. Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini dinilai sebagai kabupaten paling besar dan berperan penting di Wilayah Priangan Timur. Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Republik Indonesia.




1. Kecamatan Bantarkalong

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bantarkalong di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Wakap (Kodepos : 46168)
- Kelurahan/Desa Hegarwangi (Kodepos : 46187)
- Kelurahan/Desa Pamijahan (Kodepos : 46187)
- Kelurahan/Desa Parakanhonje (Kodepos : 46187)
- Kelurahan/Desa Simpang (Kodepos : 46187)
- Kelurahan/Desa Sirnagalih (Kodepos : 46187)
- Kelurahan/Desa Wangunsari (Kodepos : 46187)
- Kelurahan/Desa Sukamaju (Kodepos : 46188)

2. Kecamatan Bojongasih

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bojongasih di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Bojongasih (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Cikadongdong (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Girijaya (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Mertajaya (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Sindangsari (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Toblongan (Kodepos : 46475)

3. Kecamatan Bojonggambir

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bojonggambir di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Bojonggambir (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Bojongkapol (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Campakasari (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Ciroyom (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Girimukti (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Kertanegla (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Mangkonjaya (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Pedangkamulyan (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Purwaraharja (Kodepos : 46475)
- Kelurahan/Desa Wandasari (Kodepos : 46475)

4. Kecamatan Ciawi

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ciawi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Bugel (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Ciawi (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Citamba (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Gombong (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Kertamukti (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Kurniabakti (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Margasari (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Pakemitan (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Pakemitankidul (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Pasirhuni (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Sukamantri (Kodepos : 46156)

5. Kecamatan Cibalong

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cibalong di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cibalong (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Cisempur (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Eureunpalay (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Parung (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Setiawaras (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Singajaya (Kodepos : 46185)

6. Kecamatan Cigalontang

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cigalontang di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cidugaleun (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Cigalontang (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Jayapura (Jayaputra) (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Kersamaju (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Lengkongjaya (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Nanggerang (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Nangtang (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Parentas (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Puspamukti (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Pusparaja (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Sirnagalih (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Sirnaputra (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Sirnaraja (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Sukamanah (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Tanjungkarang (Kodepos : 46463)
- Kelurahan/Desa Tenjonagara (Kodepos : 46463)

7. Kecamatan Cikalong

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cikalong di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cibeber (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Cidadali (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Cikadu (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Cikalong (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Cikancra (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Cimanuk (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Kalapagenep (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Kubangsari (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Mandalajaya (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Panyiaran (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Sindangjaya (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Singkir (Kodepos : 46195)
- Kelurahan/Desa Tonjongsari (Kodepos : 46195)

8. Kecamatan Cikatomas

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cikatomas di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cayur (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Cilumba (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Cogreg (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Lengkongbarang (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Linggalaksana (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Pakemitan (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Sindangasih (Kodepos : 46193)
- Kelurahan/Desa Tanjungbarang (Kodepos : 46193)

9. Kecamatan Cineam

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cineam di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Ancol (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Ciampanan (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Cijulang (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Cikondang (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Cineam (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Cisarua (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Madiasari (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Nagaratengah (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Pasirmukti (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Rajadatu (Kodepos : 46198)

10. Kecamatan Cipatujah

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cipatujah di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Bantarkalong (Kodepos : 46187)
- Kelurahan/Desa Ciandum (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Ciheras (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Cikawungading (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Cipanas (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Cipatujah (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Darawati (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Kertasari (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Nagrog (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Nangelasari (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Padawaras (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Pameutingan (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Sindangkerta (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Sukahurip (Kodepos : 46189)
- Kelurahan/Desa Tobongjaya (Kodepos : 46189)

11. Kecamatan Cisayong

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cisayong di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cikadu (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Cileuleus (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Cisayong (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Jatihurip (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Mekarwangi (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Nusawangi (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Purwasari (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Santanamekar (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Sukajadi (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Sukamukti (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Sukaraharja (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Sukasetia (Kodepos : 46153)
- Kelurahan/Desa Sukasukur (Kodepos : 46153)

12. Kecamatan Culamega

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Culamega di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Bojongsari (Kodepos : 46188)
- Kelurahan/Desa Cikuya (Kodepos : 46188)
- Kelurahan/Desa Cintabodas (Kodepos : 46188)
- Kelurahan/Desa Cipicung (Kodepos : 46188)
- Kelurahan/Desa Mekarlaksana (Kodepos : 46188)

13. Kecamatan Gunung Tanjung

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gunung Tanjung di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Bojongsari (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Cinunjang (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Giriwangi (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Gunung Tanjung (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Jatijaya (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Malatisuka (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 46418)

14. Kecamatan Jamanis

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jamanis di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Bojonggaok (Kodepos : 46175)
- Kelurahan/Desa Condong (Kodepos : 46175)
- Kelurahan/Desa Geresik (Kodepos : 46175)
- Kelurahan/Desa Karangmulya (Kodepos : 46175)
- Kelurahan/Desa Karangresik (Kodepos : 46175)
- Kelurahan/Desa Karangsembung (Kodepos : 46175)
- Kelurahan/Desa Sindangraja (Kodepos : 46175)
- Kelurahan/Desa Tanjungmekar (Kodepos : 46175)

15. Kecamatan Jatiwaras

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jatiwaras di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Ciwarak (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Jatiwaras (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Kaputihan (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Kersagalih (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Kertarahayu (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Mandalahurip (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Mandalamekar (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Neglasari (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Papayan (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Setiawangi (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Sukakerta (Kodepos : 46185)

16. Kecamatan Kadipaten

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kadipaten di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Buniasih (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Cibahayu (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Dirgahayu (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Kadipaten (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 46156)
- Kelurahan/Desa Pamoyanan (Kodepos : 46156)

17. Kecamatan Karang Jaya

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karang Jaya di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Citalahab (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Karangjaya (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Karanglayung (Kodepos : 46198)
- Kelurahan/Desa Sirnajaya (Kodepos : 46198)


18. Kecamatan Karangnunggal
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karangnunggal di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Ciawi (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Cibatu (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Cibatuireng (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Cidadap (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Cikapinis (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Cikukulu (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Cikupa (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Cintawangi (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Karangmekar (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Karangnunggal (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Kujang (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Sarimanggu (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Sarimukti (Kodepos : 46186)
- Kelurahan/Desa Sukawangun (Kodepos : 46186)

19. Kecamatan Leuwisari

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Leuwisari di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Arjasari (Kodepos : 46464)
- Kelurahan/Desa Ciawang (Kodepos : 46464)
- Kelurahan/Desa Cigadog (Kodepos : 46464)
- Kelurahan/Desa Jayamukti (Kodepos : 46464)
- Kelurahan/Desa Linggamulya (Kodepos : 46464)
- Kelurahan/Desa Linggawangi (Kodepos : 46464)
- Kelurahan/Desa Mandalagiri (Kodepos : 46464)

20. Kecamatan Mangunreja

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mangunreja di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Mangunreja (Kodepos : 46462)
- Kelurahan/Desa Margajaya (Kodepos : 46462)
- Kelurahan/Desa Pasirsalam (Kodepos : 46462)
- Kelurahan/Desa Salebu (Kodepos : 46462)
- Kelurahan/Desa Sukaluyu (Kodepos : 46462)
- Kelurahan/Desa Sukasukur (Kodepos : 46462)

21. Kecamatan Manonjaya

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Batusumur (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Cibeber (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Cihaur (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Cilangkap (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Gunajaya (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Kalimanggis (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Kamulyan (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Manonjaya (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Margahayu (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Margaluyu (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Pasirbatang (Kodepos : 46197)
- Kelurahan/Desa Pasirpanjang (Kodepos : 46197)

22. Kecamatan Padakembang

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Padakembang di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cilampunghilir (Kodepos : 46466)
- Kelurahan/Desa Cisaruni (Kodepos : 46466)
- Kelurahan/Desa Mekarjaya (Kodepos : 46466)
- Kelurahan/Desa Padakembang (Kodepos : 46466)
- Kelurahan/Desa Rancapaku (Kodepos : 46466)

23. Kecamatan Pagerageung

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pagerageung di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cipacing (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Guranteng (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Nanggewer (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Pagerageung (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Pagersari (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Puteran (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Sukamaju (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Sukapada (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Tanjungkerta (Kodepos : 46158)
- Kelurahan/Desa Sukadana (Kodepos : 46413)

24. Kecamatan Pancatengah

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pancatengah di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cibongas (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Cibuniasih (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Cikawung (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Jayamukti (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Margaluyu (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Neglasari (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Pancawangi (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Pangliaran (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Tawang (Kodepos : 46194)
- Kelurahan/Desa Tonjong (Kodepos : 46194)

25. Kecamatan Parungponteng

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Parungponteng di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Barumekar (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Burujuljaya (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Cibanteng (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Cibungur (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Cigunung (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Girikencana (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Karyabakti (Kodepos : 46185)
- Kelurahan/Desa Parungponteng (Kodepos : 46185)

26. Kecamatan Puspahiang

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Puspahiang di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cimanggu (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Luyubakti (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Mandalasari (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Puspahiang (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Puspajaya (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Pusparahayu (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Puspasari (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Sukasari (Kodepos : 46471)

27. Kecamatan Rajapolah

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Rajapolah di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Dawagung (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Manggungjaya (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Manggungsari (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Rajamandala (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Rajapolah (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Sukanagalih (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Tanjungpura (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Sukaraja (Kodepos : 46183)

28. Kecamatan Salawu

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Salawu di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Jahiang (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Karangmukti (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Kawungsari (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Kutawaringin (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Margalaksana (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Neglasari (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Salawu (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Serang (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Sukarasa (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Sundawenang (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 46471)
- Kelurahan/Desa Tenjowaringin (Kodepos : 46471)

29. Kecamatan Salopa

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Salopa di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Banjarwaringin (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Karyamandala (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Karyawangi (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Kawitan (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Mandalaguna (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Mandalahayu (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Mandalawangi (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Mulyasari (Kodepos : 46192)
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 46192)

30. Kecamatan Sariwangi

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sariwangi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Jayaputra (Kodepos : 46465)
- Kelurahan/Desa Jayaratu (Kodepos : 46465)
- Kelurahan/Desa Linggasirna (Kodepos : 46465)
- Kelurahan/Desa Sariwangi (Kodepos : 46465)
- Kelurahan/Desa Selawangi (Kodepos : 46465)
- Kelurahan/Desa Sirnasari (Kodepos : 46465)
- Kelurahan/Desa Sukaharja (Sukaraharja) (Kodepos : 46465)
- Kelurahan/Desa Sukamulih (Kodepos : 46465)

31. Kecamatan Singaparna

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Singaparna di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Singaparna (Kodepos : 46411)
- Kelurahan/Desa Singasari (Kodepos : 46412)
- Kelurahan/Desa Sukaherang (Kodepos : 46413)
- Kelurahan/Desa Cikunten (Kodepos : 46414)
- Kelurahan/Desa Sukaasih (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Sukamulya (Kodepos : 46416)
- Kelurahan/Desa Cintaraja (Kodepos : 46417)
- Kelurahan/Desa Cipakat (Kodepos : 46417)
- Kelurahan/Desa Cikadongdong (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Cikunir (Kodepos : 46418)

32. Kecamatan Sodonghilir

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sodonghilir di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cikalong (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Cipaingeun (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Cukangjayaguna (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Cukangkawung (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Leuwidulang (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Muncang (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Pakalongan (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Parumasan (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Raksajaya (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Sepatnunggal (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Sodonghilir (Kodepos : 46473)
- Kelurahan/Desa Sukabakti (Kodepos : 46473)

33. Kecamatan Sukahening

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sukahening di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Banyurasa (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Banyuresmi (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Calingcing (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Kiarajangkung (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Kudadepa (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Sukahening (Kodepos : 46155)
- Kelurahan/Desa Sundakerta (Kodepos : 46155)

34. Kecamatan Sukaraja

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sukaraja di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Janggala (Kodepos : 46183)
- Kelurahan/Desa Leuwibudah (Kodepos : 46183)
- Kelurahan/Desa Linggaraja (Kodepos : 46183)
- Kelurahan/Desa Margalaksana (Kodepos : 46183)
- Kelurahan/Desa Mekarjaya (Kodepos : 46183)
- Kelurahan/Desa Sirnajaya (Kodepos : 46183)
- Kelurahan/Desa Sukapura (Kodepos : 46183)
- Kelurahan/Desa Tarunajaya (Kodepos : 46183)

35. Kecamatan Sukarame

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sukarame di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Padasuka (Kodepos : 46461)
- Kelurahan/Desa Suka Menak (Kodepos : 46461)
- Kelurahan/Desa Sukakarsa (Kodepos : 46461)
- Kelurahan/Desa Sukarame (Kodepos : 46461)
- Kelurahan/Desa Sukarapih (Kodepos : 46461)
- Kelurahan/Desa Wargakerta (Kodepos : 46461)

36. Kecamatan Sukaratu

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sukaratu di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Indrajaya (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Linggajati (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Sinagar (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Sukagalih (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Sukamahi (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Sukaratu (Kodepos : 46415)
- Kelurahan/Desa Tawangbanteng (Kodepos : 46415)

37. Kecamatan Suka Resik

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Suka Resik di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Cipondok (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Margamulya (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Sukamenak (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Sukapancar (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Sukaratu (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Sukaresik (Kodepos : 46418)
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 46418)

38. Kecamatan Tanjungjaya

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanjungjaya di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :

- Kelurahan/Desa Cibalanarik (Kodepos : 46184)
- Kelurahan/Desa Cikeusal (Kodepos : 46184)
- Kelurahan/Desa Cilolohan (Kodepos : 46184)
- Kelurahan/Desa Cintajaya (Kodepos : 46184)
- Kelurahan/Desa Sukanagara (Kodepos : 46184)
- Kelurahan/Desa Sukasenang (Kodepos : 46184)
- Kelurahan/Desa Tanjungjaya (Kodepos : 46184)

39. Kecamatan Taraju

Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Taraju di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :


- Kelurahan/Desa Banyuasih (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Cikubang (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Deudeul (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Kertaraharja (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Pageralam (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Purwarahayu (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Raksasari (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Singasari (Kodepos : 46474)
- Kelurahan/Desa Taraju (Kodepos : 46474)

Senin, 10 Februari 2014

Carita Lucu Sunda Terbaru alias Anyar

Bau Jengkol

Dasar milik, Karsih meunang undian anu hadiahna pelesir ka Uruguay kalayan garatis tur dibere bekel sacukupna. Nepi ka Uruguay, dihiji terminal Karsih gura giru asup kahiji wc umum, sigana geus teu tahan hayang sacer cereun kiih. Lima belas menit tilu puluh detik Karsih dijero wc, pas kaluar kasampak dihareupeun wc geus ngantri anu nek asup. Panghareupna saurang nini nini anu paromana semu pucet lantaran lila teuing nahan. Pas ningali panto wc muka gura giru sinini asup, tapi aneh teu kungsi lila sinini balik deui bari noel ka Karsih pok nanya.

"Nyi...nyi urang sunda nya ?" ceuk sinini bari melong anteb.
"Mu..mu..muhun!" tembal Karsih asa asa, dijero hatena mah ngarasa reueus..

"Heueuh ari ka wanoja sunda mah moal kapalingan najan dialakpaul ge tetep we arapaleun lantaran aya ciri hasna gareulis tur aramucuy rupana !" Gerentes Karsih,bari uman imen gumeulis dihareupeun sinini.

"Nini geuning apal yen abdi urang sunda, pasti katawis tina raray abdi nya ?"
"Lain euy, tapi katara tina urut wc-na bau jengkol !"



Maung jeung Uncal

Hiji poe leuweung nu sakitu legana kaduruk nepi ka cai ge garing bakating ku panasna seuneu. sasatoan kabeh mencar kalabur kaluar, teu nyesa hiji hijieun acan.

Sanggeus kahuruan tinggal haseupna tina jeuro guha kaluar indung jeung anak maung.

"Ma..aden lapar" anak maung ka indungna

"Nya ke urang..." can ge beres nyarita, ti tukangeun kaluar oge uncal ti jeuro guha, singhoreng uncal jalu nu ngilu nyumput.

"Ma itu uncal..udag ma aden hayang daging uncal" anak maung rada ngagareuwahkeun indungna anu reuwaseun.

Indung maung teu talangke langsung luncat ngudag eta uncal.

Uncal anu leuwih leutik leuwih lincah tibatan maung, ngan satarik tarikna ge sato nu geus nahan lapar jeung hawa panas duanana beuki laun, ngan sakadang uncal gancang manggih jalan manehna lulumpatan ngaliwatan tangkal kai nu rekep, maung bati ku nafsu teu bisa newak bae beunang kadeoh, manehna muru uncal ngan..awak maung tungtungna nyelap na sela tangkal.

Kanyahoan maung teu bisa ojah, uncal nguriling balik deui. abong jalu sanajan uncal boga pikiran cabul.

"Ah..bae sagalakna maung, da ti tukang mah angger we maung bikang" uncal ngomong sorangan. geus kitumah maung teh diopi ku uncal. geus beres uncal terus lumpat deui bari heheotan..(aya kituh uncal nga heot).

Geus bisa leupas maung balik deui ka anakna.

"Ma...ma..kumaha SI UNCAL teh beunang...mana ma..aden lapar.."

Indung maung kadon jamutrut ka anakna " eh...ari maneh tong su.. sa.. si.. si.. PAPIH kituh!!!" bari ngaleos.




Sendal Kuring

Di hiji poe jum'at saberes jum'atan, si ucok (orang batak nu karek pindah k bandung) ambek-ambekan da sendalna leungit,, si ucok nanya ka barudak nu keur nongkrong,,

Si Ucok: "Heh kau barudak,, ninggali sendal kuring teu??"
Barudak: "Sendal nu kumaha bang??"
Si Ucok: "Eta sendal nu karek meuli bieu isuk-isuk"
Barudak: "Wah teu apal bang"

Datang Pa Haji nu karek kaluar ti Mesjid, di tanya oge ku si ucok...

Si Ucok: "Pa Haji, sendal kuring leungit pa haji"
Pa Haji: "Pahili meureun bang"
Si Ucok: "Bah..! Siapa pula eta pa hili?? Wah kudu di bantai ku kuring..!"
Pa Haji: "Eh si abang, Pahili teh Pagentos"
Si Ucok: "Bah..! Duaan jeung si Pa gentos??? Wah duanana ku kuring rek di bantai..!"
Pa Haji: "Aduh di bejaan teh teu ngarti-ngarti, pa haji uwih ahh...Assalamualaikum.."
Si Ucok: "Bah..! Rek kamana Pa Haji?? Sendal kuring kumaha ieu??"




Anu Lolong Jeung Anu Gempor

Kacaritakeun aya hiji sobat ti bubudak nepi ka gede teu bisa pisah, nu hiji lolong nu hiji deui gempor, mun indit inditan pasti duanana arindit da puguh nu lolong bagian ngagandong anu gempor bagian panunjuk jalan.

Hiji mangsa harita liwat jambatan walungan;

Lolong : "Sora aya anu mandi nya ?", pokna anu lolong.
Gempor: "Heueuh !, cik rek nanya eta nu mandi teh awewe atawa lalaki ?"
Lolong : "Nya pasti awewe lah !"
Gempor: "Ah siah lolong-lolong ge nyaho ka awewe mah !,Naha maneh bet nyaho eta awewe, memang tandana naon ?"
Lolong : "Ah siamah dasar bego!, oneng! bin tolol!, pan eta tandana mah bobogaan maneh ngaganjel dina tonggong aing!".
Gempor: "Aeh Heueuh nya ! dasar ! teu kaop ninggali anu?"


Adul jeung Operator (OPT)

Adul : wilujeng siang bu..abi adul,bade komplen kunaon atuh sinyal sok lemot wae.!
OPT : oh panginten eta teh jaringanna nuju sibuk
Adul : naha kunaon meni sibuk kitu? "aya gotong royong naon kitu di desa teh?"..ari kitu mah gentos wae ku jaring lauk atuh bu..!
OPT : (nepak tarang ) lain eta maksudna saddul...tp jaringan komunikasi nuju padat alias rame..!
Adul : harr...ari ibu meni o'on pisan teu boga ide...lamun padat mah atuh pindahkn wae jalurna ka jalan tol..!! Terus eta geuning meni rame kitu...saha nu nuju hajatan..? nanggap naon hiburanna bu..?
OPT : (mulai nguntab ka ubun2.,pepeta,bari tutunjuk kana komputer) : saddduul...sateh weureu naon..!! bodo bin belegug teh dipiara ku sorangan...maksud uing teh yeuh akses data pinuh...jd sinyal teh beurat...borokokok..
Adul : heuheuheu sroodot...piraku si data kudu mamawa askes (asuransi kesehatan)...lamun sinyal beurat...bantuan atuh pang gotongkeun bu...tong cicing wae gawe teh...
OPT : (naek kana meja) siateh....wani mah hayu gelut jeung aink.!


Salah Kamar

Risma mulang ti kantorna jam 8 peuting, tuluy buru-buru langsung ka kamar terus we mareman lampu. Sangges parem lampuna tuluy we ngudaran pakean nana nepi ka ewueh nu nutupan salamar-lamar acan.
Terus risma nyarita, “ kang, hapunten kamari neng teh nuju teu enak badan sareung sueuer pikiran wengi ayeuna sagala kahayang akang ku eneng pasti di cumponan “


Tos beres nyarita kitu ujug – ujug  lampu kamar teh aya anu ngahurungkeun, tambah deui risma kakara sadar  yen maneh na the salah asup kamar, manehna aya di kamar mitohana..



Pasea Jeung Pamajikan

Lalaki 1: “Yeuh, lamun anjeun pasea jeung pamajikan, tembongkeun yen anjeun teh lalaki sajati. Tong daek eleh ku ngaran pamajikan!”
Lalaki 2: “Puguh atuh kuduna kitu! Eta mah basa keur kamari pasea, pamajikan nepi ngorondang ka hareupeun kuring….”
Lalaki 1: “Tah kitu atuh alus! Terus naon dilakukeun ku pamajikan maneh?”
Lalaki 2: “Pamajikan kuring ngorondang nepi kadongko-dongko bari ngorehan ku
sapu, terus ngomong: Kaluar siah ti kolong ranjang lamun maneh heueuh wani
pasea jeung aing!


Bioskop Bukana Jam Sabaraha

Hiji poe jam 8 isuk, Kriiiiing.... aya telepon di meja loket bioskop Chandra Subang

Otong : "Hallow kang, uing rek nanya bioskop buka jam sabaraha?"
Penjaga : "engke jam 1 jang"
Otong : "buka na jam 9 we nya,,kang !"
Penjaga : "teu bisa atuh jang, geus biasa jam 1 buka na"
***
Jam 11 telepon disada deui..
Otong : "Hallow,,jam sabaraha buka na bioskop teh?"
Penjaga : "maneh nu tadi nelepon nya?? pan geus di bejaan ,, buka na jam 1 plokk"
Otong : "Jam 12 we atuh kang nyaaa.."
Penjaga : "teu bisa, emangna bioskop nini maneh ??"
Otong : "nawar saetik we atuh kang,,sing karunya,,baelah satengah 1 we nya..?"
Penjaga : "sabenerna maneh teh hayang lalajo film naon atuh plokk,,mani kacida pisan,,hayoh we neleponan.(keuheuleun pisan)
Otong : "hiks,,hiks,,(ceurik) uing ka konci dijero bioskop kang,,peuting pas lalajo film kasarean,,tulungan atuh kang,,pang mukakeun pantona,,uing hayang balik..Emaaaaaaa (ceurikna beuki tarik)




Malem Pertama

Aya awewe jeung lalaki keur anyar pangantenan...
geus 3 peuting kabingungan sabab can bisa meulah duren eta pamajikanana
unggal diajak sok nyebut alim da sieun cenah,,,maklum parawan dusun rupa geulis tapi teu sakola...kuper deuih...
hijipeuting eta lalakigeus teukuat,,mikir neangan akal..
jalu ; neng.......
neng ; kah...naon kang?
jalu ; ih ari neng ditarosteh kalahka gugah bade kamana?
neng ; eu..bade ka cai hoyong pipis
jalu ; haduh kabeneran euh(ceuk gerentes hatena)oh nitip atuh...
neng ; ari akang bade pipis kitu?
jalu  ; muhun neng,,tapiii.males ka caina,,nitip we nya ka eneng...
neng ; kumaha carana atuh ?
jalu ; gampil sok nengna gera ...bobo heula
ahirna eta sijalu bisa ngaaksanakeun pamaksudanana...bungah kacida,,,
peuting isukna sineng nanya
neng ;akang..
jalu ;kulan neng aya naon geulis?
neng ; ieun eng bade ka cai pipis..bade nitip deui moal
jalu;oh .bade...bade neng..sok atuh.....




Ngajawab Soal Ujian

Dina soal ujian anu mangrupa esey, aya pituduh kieu: Pigawe tujuh, tina sapuluh soal anu kuhidep dianggap pangbabarina.

Gudrud wae ku maneh na mah dipigawe sapuluh soalannana, terus dihandap make

Implik-implik kieu: "Mangga we pilih tujuh, tina sapuluh jawaban anu pang merenahna."




Pagawe Teladan

Cardin  nyaeta mangrupa pagawe tuladan. Tapi dina poe senen ieu manehna ngarasa hoream gawena kusabab menejer na teu katingali di ruangan nana, manehna mutuskeun yen dina poe ayeuna manehna rek bolos mengpeng menejerna teu asup gawe cek pikirna.
Sangges tepi ka imah na Cardin kaget yen pintu imah na the di konci, tungtungna manehna ngaluncatan pager tuluy asup lewat panto tukang, untung we panton tukang the teu di konci jadi Cardin bisa asup.

Terus we Cardin lempang ka kamarna, pas deket kamar na maneh na kaget yen di jero kamar kadenge sora menejer na jeung pamajikan cardin. Sangges di intip ker mastikeun akhirna manehna lumpat ka panto tukang tuluy ngaloncatan pager terus ngomong na jero hatena “ Untung..!!!! ampir kanyahoan bolos gawe, bisa gagal atuh jadi pagawe teladan teh”






Disita

Di kantor pulisi, pulisi keur ngaintrogasi Usro anu katewak geus ngalakukaeun perkosaan.
Pulisi : “ Usro, rumasa maneh geus ngalakukeun perkosaan ka Nyi Unah?”
Usro : “Rumaos, Pa”.
Pulisi : “Ku sabab maneh geus ngaku ngalakukeun perkosaan, kapaksa ayena alat anu dipake merkosa Nyi Unah ku bapa rek disita sabage barang bukti !”
Na da etamah di Usro les ngudupruk bari aduglajer. 

Minggu, 09 Februari 2014

Carita Legenda Sangkuriang Bahasa Sunda

Dongeng Bahasa Sunda - Sangkuringan

Carita legenda sangkuriang nyaeta mangrupi carita legenda anu asal na ti tatar sunda, malahan tos kakoncara sumebar sanusantara, oge pernah diangkat caritana di film layar lebar. Carita legenda sangkuriang teh nyaeta nyaritakeun asal usul gunung tangkuban parahu sareng danau bandung. 

Sangkuriang

KACATURKEUN di hiji leuweung aya bagong putih. Éta bagong téh gawéna ngan tatapa baé, geus mangpuluh-puluh taun. Ari anu ditapaan ku manéhna, hayang boga anak awéwé sarta bangsa manusa.
Dina hiji waktu bagong putih ngarasa hanaang. Manéhna indit ka hiji tegalan, deukeut walungan Citarum. Barang datang ka dinya, manggih batok balokan, hartina urut anu meulah duwegan. Loba pisan éta batok balokan téh, urut nu moro uncal ka dinya. Aya hiji batok balokan urut tuang Kangjeng Prabu. Éta batok téh aya caian, nyaéta cikahampangan Kangjeng Prabu. Barang geus marulang, kapanggih ku bagong putih. Lantaran hanaang, leguk baé cai nu ngemplang dina batok téh diinum. Ari geus nginum kawas aya nu nyaliara kana awak bagong putih, kawas nu ngandeg reuneuh baé.
Lila-lila bagong putih téh reuneuhna beuki gedé. Ari gubrag orokna jelema sarta awéwé geulis. Pohara baé bagong putih téh atoheunana. Anakna diciuman, digaléntor bari disusuan. Éta orok téh tuluy dingaranan Dayang Sumbi.
Nalika geus gedé, pok Dayang Sumbi téh nanyakeun bapa, “Ibu, ari bapa kuring téh saha? Naha jelema kawas kuring atawa bagong saperti Ibu?”
“Euh, Nyai anu geulis anak Ibu! Nyai mah henteu boga bapa. Mun enya mah boga bapa, meureun aya di dieu,” témbal bagong putih.
“Euh, piraku Ibu, sakabéh mahluk gé kapan pada boga bapa, boh manusa boh sato héwan. Ngan bangsa kakaian anu henteu boga bapa mah.”
Lantaran anakna pok deui pok deui nanyakeun saban waktu, ahirna bagong putih téh balaka. “Bapa hidep mah Kangjeng Prabu, di ditu ayana di karaton,” cék bagong putih. Ngadéngé kitu Dayang Sumbi pohara reuwaseunana, jeung ujug-ujug panasaran, hayang nepungan bapana.
“Lamun kitu mah ayeuna kénéh ku kuring rék ditepungan,” cék Dayang Sumbi.
Dayang Sumbi kebat baé indit, ngajugjug ka karajaan. Ku Kangjeng Prabu tuluy diaku anak, diperenahkeun di hiji tempat sarta dititah diajar ninun ka tukang ninun. Teu lila ogé Dayang Sumbi geus mahér ninun kaén. Ku Kangjeng Prabu tuluy dipangnyieunkeun saung ranggon anu luhur di tengah leuweung. Ari baturna ngan ukur anjing hideung nu ngarana Si Tumang.
Hiji mangsa keur anteng ninun, taropong paragi ngasupkeun benang kana rentangan anyaman benang murag ka handapeun saung. Kulantaran keur kagok digawe tambah hoream turun ti saung, Dayang Sumbi ngucap ka sing saha bae nu daek mangnyokotkeun jeung nganteurkeun eta taropong ka manehna, lamun awewe rek dijadikeun dulur, mun lalaki rek dijadikeun salaki.Kabeneran pisan di kolong saung téh aya Si Tumang, anu ngadéngékeun omongan Dayang Sumbi. Éta taropong téh dicokot ku Si Tumang sarta tuluy dibikeun ka Dayang Sumbi. Karuhan baé Dayang Sumbi pohara reuwaseunana, teu nyangka yén anu mangnyokotkeun taropong téh anjing, lain manusa. Mangkaning manéhna geus kedal ucap, rék ngaku salaki lamu lalaki nu pang nyokotkeun eta taropong teh.
Dayang Sumbi rumasa geus kapalang kedal ucap. Kawas geus kitu katangtuan ti Déwata, manéhna tuluy hirup paduduaan jeung Si Tumang. Tepi ka hiji waktu kakandungan. Brol ngajuru, anakna lalaki, dingaranan Sangkuriang.
Sangkuriang sok resep ulin lulumpatan kadua Si Tumang. Sakapeung bari mamawa tumbak. Belewer dilempagkeun, cleb nanceb kana tangkal kai. Sangkuriang surak sorangan, bungah lantaran tumbakna meneran. Si Tumang dihucuhkeun. Sebrut lumpat, ngudag kana tangkal kai, bangun keur ngudag sato boroan.
Sangkuriang beuki mahér baé ngalempagkeun tumbakna. Tuluyna mah lain saukur ulin lulumpatan, tapi mimiti diajar ngasruk ka leuweung, néangan sato boroeun. Moro sato naon baé, careuh, peucang, atawa mencek.
“Jung geura moro ka leuweung, Ibu mah hayang dahar jeung ati mencek,” cék Dayang Sumbi hiji waktu.
Sangkuriang tuluy indit ka leuweung, dibarengan ku Si Tumang.
Anéh pisan poé éta mah sasatoan téh henteu aya nu katénjo ngaringkang hiji-hiji acan. Padahal ilaharna mah sok katénjo uncal atawa mencek keur rendang nyaratuan di tegalan. Poé harita mah kawas ngaleungit ka mana boa. Sangkuriang geus asruk-asrukan ka saban tempat, ka lamping ka tegalan. Lapur sasatoan téh teu kasampak tapak-tapakna acan. Ari Si Tumang bet ngadak-ngadak kebluk deuih, henteu daék lulumpatan néangan sato boroeun.
Awahing ku jéngkél teu beubeunangan, ngan lékék baé Si Tumang téh dipeuncit ku Sangkuriang. Atina dibawa balik sarta dipasrahkeun ka indungna. Dayang Sumbi puguh baé kacida atohna, dagdag-dégdég ngasakan éta ati. Ngan barang Sangkuriang balaka yén éta ati téh ati Si Tumang lain ati mencek, Dayang Sumbi pohara ambekna. Sangkuriang ditoktrok sirahna ku sinduk tepi ka ngucur getihan.
Sangkuriang tuluy pundung, indit ti imahna ngajugjug ka tebéh wétan. Mangtaun-taun leuleuweungan tepi ka ahirna bras anjog ka nagara siluman. Di dinya Sangkuriang guguru élmu kasaktén ka siluman nu wujudna oray naga. Sangkuriang ngulik élmu Tumbul Muda. Jalma anu miboga éta élmu bakal bisa meruhkeun sakumna jin jeung siluman. Sanggeus élmuna kataékan, Sangkuriang dijurungan sina indit deui ngalalana.
Dina hiji waktu manéhna anjog deui ka nagara siluman. Lantaran geus boga élmu kasaktén, Sangkuriang bisa ngéléhkeun jin jeung siluman nu aya di éta nagara. Éta mahluk bangsa lelembut téh tuluy tunduk ka Sangkuriang.
Demi Dayang Sumbi, sanggeus ditinggalkeun ku anakna, manéhna ngarasa kaduhung kabina-bina. Hirupna éstu nunggelis. Manéhna tuluy indit ka tebéh kulon, rék néangan Sangkuriang. Ngaprak ngalalana tepi ka anjog ka Gunung Halimun. Di dinya Dayang Sumbi patepung jeung raja jin anu keur tatapa. Dayang Sumbi tuluy diajar rupa-rupa élmu kasaktén. Sanggeus tamat guguruna, manéhna dijurungan sina indit deui ka tebéh wétan. Di hiji tempat nu katelah Gunung Bohong manéhna nganjrek bumetah.
Kocapkeun Sangkuriang terus baé ngalalana. Mileuweungan migunungan tepi ka puluh-puluh taun, tepi ka ahirna anjog ka hiji gunung. Manéhna patepung jeung awéwé anu kacida geulisna. Sangkuriang bogoh sarta ngajak kawin ka éta awéwé, anu saenyana éta awéwé téh Dayang Sumbi, indungna sorangan. Dayang Sumbi nya kitu deui, bubuhan geus papisah mangpuluh-puluh taun, manéhna kalinglap. Méh baé daék diajak kawin. Ngan basa Sangkuriang keur disiaran rék diala kutu, dina sirahna katénjo bet aya céda. Dayang Sumbi ngagebeg, reuwas lain dikieuna. Manéhna kakara inget, moal salah ieu lalaki téh anak aing gerentesna, Sangkuriang anu baheula kungsi ditoktrok sirahna ku sinduk.
Sanajan geus ditétélakeun yén manéhna téh anak pituin, Sangkuriang teu percaya sarta keukeuh baé ngajak kawin. Mireungeuh anakna kitu, geuwat baé Dayang Sumbi nyiar akal.
“Heug kami daék dikawin, asal dipangnyieunkeun talaga jeung parahuna keur lalayaran urang papangantén. Éta talaga jeung parahu téh kudu anggeus dijieun sapeuting,” ceuk Dayang Sumbi. Ku Sangkuriang disanggupan éta paménta anu kacida banggana téh.
Harita kénéh Sangkuriang tuluy ngabendung walungan Citarum. Digawé teu eureun-eureun sapeupeuting, dibantuan ku bangsa jin jeung siluman. Nincak janari, talaga téh geus ngemplang. Kari nyieun parahuna. Kabeneran aya tangkal kai gedé, gedok dituar. Kai téh tuluy ditilasan régangna sarta dipapas dijieun parahu.

Dongeng Bahasa Sunda

Dayang Sumbi yakin yén paméntana moal katedunan. Pimanaeun teuing nyieun talaga jeung parahu bisa anggeus sapeuting, cék pikirna. Tapi basa katénjo talaga geus ngemplang jeung parahuna geus ngabagug rék anggeus, manéhna kacida reuwasna. Dayang Sumbi bingung liwat saking. Kudu kumaha carana, sangkan aing teu tulus kawin, cék pikirna. Ras manéhna inget kana boéh rarang. Geuwat baé éta boéh téh dicokot tuluy dibawa ka mumunggang. Ku manéhna dikebut-kebutkeun, tepi ka bijil cahaya bodas kawas balébat di beulah wétan. Dadak sakala sasatoan leuweung disarada. Manuk récét. Hayam raong kongkorongok, da disangkana geus beurang.
Sangkuriang ngagebeg barang nénjo di wétan geus bijil balébat. Manéhna nu keur ngageduk nganggeuskeun parahu tuluy ngahuleng awahing ku reuwas. Bijil balébat tandana geus beurang. Mangka parahuna can anggeus, hartina manéhna moal tulus papangantén jeung Dayang Sumbi.
Bakating ku handeueul kabina-bina, ngan jedak baé parahuna ditajong satakerna. Bubuhan jalma sakti, parahu téh mangpéng jauh pisan. Gubrag di hiji tempat, parahu téh nangkub. Jleg salin rupa jadi gunung. Éta gunung téh kiwari katelah Gunung Tangkuban parahu. Ari talaga nu ngemplang ku Sangkuriang didupak tepi ka caina saat ngolétrak. Éta urut talaga téh kiwari jadi padataran Bandung anu ngampar lega pisan. Tunggul kai urut nuar Sangkuriang tuluy ngajanggélék jadi Gunung Bukit Tunggul, wétaneun Gunung Tangkuban Parahu. Ari régang kai anu ngahunyud sarta geus rangrang teu daunan, tuluy ngajanggélék jadi Gunung Burangrang di béh Kulon.

Kampung Naga


   
Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda
Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian  mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat. Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari, di sini masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar karena hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah Selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah Utara dan Timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari Kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah ditembok (Sunda sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Dan secara administratif Kampung naga berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.Bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.
Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong).
Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.









                                       

Sejarah kampung naga
Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.
Adapun beberapa versi sejarah yang diceritakan oleh beberapa sumber diantaranya, pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Namun masyarakat kampung Naga sendiri tidak meyakini kebenaran versi sejarah tersebut, sebab karena adanya "pareumeun obor" tadi.
 

Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam, akan tetapi sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Artinya, walaupun mereka menyatakan memeluk agama Islam, syariat Islam yang mereka jalankan agak berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Bagi masyarakat Kampung Naga dalam menjalankan agamanya sangat patuh pada warisan nenek moyang. Umpanya sembahyang lima waktu: Subuh, Duhur, Asyar, Mahrib, dan salat Isa, hanya dilakukan pada hari Jumat. Pada hari-hari lain mereka tidak melaksanakan sembahyang lima waktu. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat. Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji ( idul adha )yaitu tanggal 10 Rayagung (Dzulhijah). Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha Dan Idul Fitri.

Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun. Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, dan sesuatu yang tidak dilakukan karuhunnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam ("leuwi"). Kemudian "ririwa" yaitu mahluk halus yang senang mengganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam hari, ada pula yang disebut "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang angker atausanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang SingaparnaBumi ageung dan Mesjid (MASJID dalam Bahasa Sunda ) merupakan tempat yang dipandang suci bagi masyarakat Kampung Naga.
Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya.pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.
Di bidang kesenian masyarakat Kampung Naga mempunyai pantangan atau tabu mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian yang lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong. Adapu pantangan atau tabu yang lainnya yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Masyarakat kampung Naga dilarang membicarakan soal adat-istiadat dan asal usul kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga sangat menghormati Eyang Sembah Singaparna yang merupakan cikal bakal masyarakat Kampung Naga. Sementara itu, di Tasikmalaya ada sebuah tempat yang bernama Singaparna, Masyarakat Kampung Naga menyebutnya nama tersebut Galunggung, karena kata Singaparna berdekatan dengan Singaparna nama leluhur masyarakat Kampung Naga.
Sistem kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap ruang terwujud pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tertentu pula. Tempat atau daerah yang mempunyai batas dengan kategori yang berbeda seperti batas sungai, batas antara pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, tempat antara pesawahan dengan selokan, tempat air mulai masuk atau disebut dengan huluwotan, tempat-tempat lereng bukit, tempat antara perkampungan dengan hutan, dan sebagainya, merupakan tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu. Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut didiami mahluk-mahluk halus dan dianggap angker atau sanget. Itulah sebabnya di daerah itu masyarakat Kampung Naga suka menyimpan "sasajen" (sesaji).
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap waktu terwujud pada kepercayaan mereka akan apa yang disebut palintangan. Pada saat-saat tertentu ada bulan atau waktu yang dianggap buruk, pantangan atau tabu untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang amat penting seperti membangun rumah, perkawinan, hitanan, dan upacara adat. Waktu yang dianggap tabu tersebut disebut larangan bulan. Larangan bulan jatuhnya pada bulan sapar dan bulan Rhamadhan. Pada bulan-bulan tersebut dilarang atau tabu mengadakan upacara karena hal itu bertepatan dengan upacara menyepi. Selain itu perhitungan menentukan hari baik didasarkan pada hari-hari naas yang ada dalam setiap bulannya, seperti yang tercantum dibawah ini:
1.   Muharam (Muharram) hari Sabtu-Minggu tanggal 11,14
2.   Sapar (Safar) hari Sabtu-Minggu tanggal 1,20
3.   Maulud hari (Rabiul Tsani)Sabtu-Minggu tanggal 1,15
4.   Silih Mulud (Rabi'ul Tsani) hari Senin-Selasa tanggal 10,14
5.   Jumalid Awal (Jumadil Awwal)hari Senin-Selasa tanggal 10,20
6.   Jumalid Akhir (Jumadil Tsani)hari Senin-Selasa tanggal 10,14
7.   Rajab hari (Rajab) Rabu-Kamis tanggal 12,13
8.   Rewah hari (Sya'ban) Rabu-Kamis tanggal 19,20
9.   Puasa/Ramadhan (Ramadhan)hari Rabu-Kamis tanggal 9,11
10. Syawal (Syawal) hari Jumat tanggal 10,11
11. Hapit (Dzulqaidah) hari Jumat tanggal 2,12
12. Rayagung (Dzulhijjah) hari Jumat tanggal 6,20
Pada hari-hari dan tanggal-tanggal tersebut tabu menyelenggarakan pesta atau upacara-upacara perkawinan, atau khitanan. Upacara perkawinan boleh dilaksanakan bertepatan dengan hari-hari dilaksanakannya upacara menyepi. Selain perhitungan untuk menentukan hari baik untuk memulai suatu pekerjaan seperti upacara perkawinan, khitanan, mendirikan rumah, dan lain-lain, didasarkan pada hari-hari naas yang terdapat pada setiap bulannya.